ada apa dengan KOMPAS?
24 Juli 2008 at 9:25 am Tinggalkan komentar
ada apa dengan KOMPAS?
Hmm… mungkin pada bingung ya, emang ada yang aneh dengan harian KOMPAS. Tidak! Tidak ada yang aneh dengan KOMPAS, masih seperti biasanya memberikan pemberitaan yang kompeten dan jurnalistik yang dapat dipertanggungjawabkan. Hanya saja, terdapat hal yang menarik dalam headline KOMPAS selama tiga hari berturut-turut (21 Juli 2008-23 Juli 2008). Apa itu? KORUPSI!!
Tanggal 21 Juli 2008: Pemerintah dari Aceh sampai Papua Terjerat, Perlu Strategi Progresif untuk Perangi Korupsi.
Tanggal 22 Juli 2008: Pembersihan di Birokrasi, Presiden Tidak Tutup Kemungkinan Koruptor Dihukum Mati.
Tanggal 23 Juli 2008: Tak Cukup Hanya Keluarkan Aturan, KTP Terpidana Korupsi Diberi Tanda “EK”.
Entah kenapa sampai KOMPAS menerbitkan ketiga headline diatas terkait dengan kasus korupsi. Apakah karena ketidaksengajaan (berita yang sedang ‘hot’) atau memang karena kesengajaan. Apabila karena ketidaksengajaan, berarti gerakan pemberantasan korupsi sedang ‘seru-seru’nya belakangan ini dan pemberantasan korupsi memiliki nilai berita tinggi. Memang setelah terungkap kasus Artalyta-Urip, Al Amin dan kawan-kawan anggota DPR, Burhanuddin dan kawan-kawan Bank Indonesia, berita seputar korupsi mereka menjadi trend tersendiri di kalangan media. Apalagi, biasanya muncul atau timbul informasi2 baru yang menarik dari pengadilan mereka (thanks KPK,,, keep the good work. sadap terus tuh orang2 yang mencurigakan… huehehe).
Tetapi apabila ketiga headline diatas merupakan kesengajaan dari redaksi KOMPAS, menurut saya hal itu SANGAT-SANGAT BAGUS. Kenapa? Karena KOMPAS sudah melaksanakan membantu pemberantasan korupsi dengan caranya sendiri.. yaitu media atau pembentukan opini. Yaa.. kita semua memang harus mendukung gerakan pemberantasan korupsi, baik kelas kakap macam Urip maupun kelas cere’ macam pungli2 KTP dan SIM, dengan cara yang bisa kita lakukan sendiri. KOMPAS sebagai media terbesar di Indonesia (gw sotoy aj sih,,, hee) telah memberikan tambahan amunisi dalam pemberantasan korupsi dengan mengangkat berita-berita diatas. Mungkin sebagian orang akan berpikir hal tersebut tidak signifikan, tapi kalau menurut saya, seberapa pun tidak signifikannya itu, pemberitaan diatas TELAH membantu program pemberantasan korupsi. Dan hal ini membuktikan bahwa KOMPAS telah melakukan langkah nyata, tidak sekedar berwacana.
Sudah cukup negeri ini diliput masalah KORUPSI… KORUPSI HARUS DIBERANTAS!!!!
Entry filed under: ABS (analisis bodoh sandi). Tags: .
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed