kebanjiran informasi
17 Juli 2008 at 10:25 pm Tinggalkan Komentar
hmm.. akhir2 ini lagi sering nemu hal yang terkait dengan masalah ini.
dari kompas.com, republika (tanggal 7 juli klo ga salah), smpai dengan bos gw. memang berita2 diatas ga saling berhubungan langsung. tapi setelah gw pikir2, mereka semua saling terkait dan saling berhubungan.
kita mulai dari kompas.com. salah satu artikelnya bilang bahwa manusia modern itu semakin berpeluang mengalami “information overload”. hal ini terjadi karena banyaknya informasi yang dia terima, baik berguna maupun tidak. hal ini sebetulnya baik, karena informasi dapat membantu manusia dalam mengambil keputusan, apalagi dunia yang semakin kompleks dan kompetitif ini. sayangnya, akibat banjir informasi tersebut, malah dapat mengakibatkan turunnya produktifitas. hal ini terjadi akibat manusia ‘terpaksa’ untuk mengolah informasi yang masuk.
nah.. yang kedua adalah topik utama republika hari minggu. di topik itu, republika mengangkat seputar ikhlas. di topik utama itu republika menyarankan untuk kita sebagai manusia menghadapi semua masalah dengan pendekatan ikhlas, karena dengan ikhlas maka kita dapat mengeluarkan segenap potensi kita. terkait dengan ilmu ikhlas ini, narasumber republika (yang sayangnya gw lupa namanya) menyaranankan konsep ‘here and now’ untuk belajar ikhlas.
apa itu ‘here and now’ ? konsep untuk fokus pada saat ini dan disini. contohnya, apabila seorang pengusaha mengalami musibah pencurian, sedangkan dia harus membayar utang. klo dia fokus ke masa depan, pada saat harus membayar utang, maka dia akan mengalami stress. tapi jika dia tetap fokus dengan ‘saat ini’ maka dia akan berusaha sekuat tenaga untuk mencari dana untuk membayar utang tersebut. yaa.. kurang lebih seperti itulah konsep ‘here and now’ (maap yak klo salah nangkep.. ;p)
yang terakhir itu istilah bos gw… terkooptasi pikiran sendiri. mungkin biasa aja istilah dia ini, tapi gw tertarik dengan istilah dia ini. karena bisa jadi ‘penyambung’ antara kedua artikel diatas. bayangannya gini: banjir informasi memaksa kita untuk terus menerus berpikir, dimana kecenderungan adalah kita berpikir untuk masa depan. pikiran kita yang berfokus pada masa datang menyebabkan kita lupa akan ‘here and now’, akibatnya kita tidak dapat mengeluarkan potensi sesungguhnya kita, yang ujung2nya kita kesulitan untuk ikhlas.
kesimpulannya… kebanjiran informasi -> terkooptasi pikiran sendiri -> sulit ikhlas
kurang lebih itulah pemahan yang gw dapat dari ketiga konsep diatas. maap2 klo ada yg salah atau kurang tepat penjelasannya (maklum,, tulisan pertama,, huehehe).
Entry filed under: ABS (analisis bodoh sandi). Tags: .
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed